Minggu, 14 Desember 2014

"TAK PASTIKU"

Aku tak lagi punya keberanian
tuk menghitung malam...
apalagi jutaan gemintang yang menempel di atap bumi...
kar'na kerlipnya seolah menertawai katakutanku
akan sinar surya yg tak pasti menyapaku
dihening senyap yang kehilangan detaknya


Malam ini......
yang kudengar hanya kelebat kepak kelelawar
yang tulus mengguruiku bahwa alam jalani sumpahnya
dalam rotasinya yang selalu bertutur teratur
bila rinai gerimis kan datang
ia sampaikan pesannya melalui mega hitam
dan pabila masih miliki yakinnya
ia kan tiba bersama halimun yang sibak kelam mendung

Kini.....
Langkahku hanya tinggal sejengkal
bila kumenapakinya dalam diam tak bernyali
bahkan malam dan pagiku tak lagi menujum
kala lewati sedu nafasku yang tinggal satu persatu
memburai bersama alam yg tlah memilihku
tuk turun dilaga sabung
teriring sorai tangis akan jamak laraku
yang menanti jawab akan ketak pastian
akankah ku masih berdiri disini.....dalam peluk ibu bumi......
ataukah kukan bersemayam disana..... dalam dekap ayah nirwanaku
.......'ntahlah.........


~Enry Sulistyorini~

Sabtu, 13 Desember 2014

GURAT RINDU

"HELAI  RINDUKU"

Benang benang rinduku untukmu
selalu kusulam dengan renda prada.....
dan cintamupun tlah kutenun dengan helai-helai sutera .....
dari waktu hingga berganti musim......
Namun kutak mampu membingkai pertemuan Bulan dan Matahari
yang tampak indah sesaat.....
tuk kusematkan pada lembar kisah rinduku
sbagai sulaman dan tenunan cinta kita yang mengabadi......
namun....
ijinkanlah di sisa waktu ini.....
segenap rinduku tetap berada di tahta hatimu.....
meski menelanjang lekat....

tanpa sehelai sulaman selain cinta diamku.......
yang selalu indah mengabadi untukmu...

~Enry Sulistyorini~



 "BISIK RINDU"
 
Sebongkah batu kan retak...
'pabila engkau hanya menjadi angin....
Jadilah pulalah air
yang selalu setia membisikkan rindumu padanya...
melalui debur syahdunya yang menggelombang resah
sampaikan sepercik kehangatan tanpa basa basi
maka gemingnya kan segera mengubah arah mata angin
Tanpa membelah langit...
dan segera lekatkan malammu tanpa kepasian....
hingga tidurmu kan selelap rembulan yang menaungi bumi.....
 
dipenjagaan yang begitu hening tanpa kerling goda..

~Enry Sulistyorini~
 



 

"KEHENDAK-ku   Vs    KEHENDAK-MU"

Bilakah binar mataku dapat kutukar
dengan serapal doa tanpa yakin yang mengawalku
pastilah kupinta sebilah kata yang tajam
namun tumpul menjagal jiwaku
karna dalam runcing beraniku
terisi jiwa kecil yang kian ciutkan nyali...

Di sudut bimbang.....
kuhanya terduduk mengasah renungan
sembari tak henti meraut batang batang mukzizat
jadikan pohon asa yang berdaun kepastian...
laksa seorang anak yang bermohon pada sang ibu kemungkinan
tuk kenan menghitung inginku satu persatu yang tak lagi mengakar
limbungpun kupakai sebagai tongkat rapuhku
atas sebuah takdir tanpa bantahan
bahwa hidup bukanlah sebuah kepastian
namun hanya sekedar pencarian dalam kembara
Dan kini....
tinggal tersisa satu inginku....
kenankanlah binar mataku menatap asa
dalam rentang kala yang belum kutukar
dengan pilihan atas raga dan sukma
dengan pilihan atas tawa dan tangis
atas suka dan kabung......
atas kehendakku dan kehendakMU.......


~ENRY SULISTYORINI~
"KARTU SUKMAKU"

Tuhan....
Engkau sedang mainkan kartu sukmaku
Dalam setiap kartu yang KAU pegang...
Adalah denyut nadi tanpa nafasku
Dan di sela kartu yang kan KAU letakkan...
Adalah permohonanku dipenjagaan ragaku
Senyumku tlah lama tertatih..
Agar setiap netra yang memandangku
tak jengah mengenggam tanganku
yang tak lagi ber asa dan berasa....
 

Tuhan......
Mohonku padaMU...
tahan kartu asMU untukku
karna kutak lagi miliki perisai selain belasMU
karna kutak lagi miliki yakin selain harapku padaMU
yang menanti sesisih senyum dalam takutku

selebihnya ragaku lekat dalam kartu sukma yang kau mainkan
dalam pasrah ku mencoba mainkan kartu ragaku
yang tak miliki arti apapun...
Dibandingkan kartu sukmaku yang kini tengah KAU mainkan
dalam penantian kecemasan akan akhir dari sekisah kartuku
terjedakah....
terlanjutkah....
atau.......
.........terhentikah Tuhanku....???? 


~Enry Sulistyorini~

 "TAK MAMPU"

Dari semalam kuracik aksara cintaku tuk mu....
tak jua mampu tersaji..
aromanyapun hambar tak berbau..
nanar matakupun hanya ikuti hembus asap yang mengepul
seolah panjatkan pinta yang tak lazim
jangan mainkan menu hidanganku lagi
karna kekasihku baru sesaat mencicipi kudapan cintaku
dan secepat itu tlah membasi dipeluknya
akankah aku tak lagi dapat meracik untuknya...
karna nafas ini mulai gemetar tak beratur
antara harap dalam kepastian...
antara ingin dalam kemungkinan...
bilakah hidangan lezatku untukmu
kan membujur dingin dipelukanmu
tanpa asap dan rasa lagi......


~Enry Sulistyorini~