"TAK PASTIKU"
Aku tak lagi punya keberanian
tuk menghitung malam...
apalagi jutaan gemintang yang menempel di atap bumi...
kar'na kerlipnya seolah menertawai katakutanku
akan sinar surya yg tak pasti menyapaku
dihening senyap yang kehilangan detaknya
Malam ini......
yang kudengar hanya kelebat kepak kelelawar
yang tulus mengguruiku bahwa alam jalani sumpahnya
dalam rotasinya yang selalu bertutur teratur
bila rinai gerimis kan datang
ia sampaikan pesannya melalui mega hitam
dan pabila masih miliki yakinnya
ia kan tiba bersama halimun yang sibak kelam mendung
Kini.....
Langkahku hanya tinggal sejengkal
bila kumenapakinya dalam diam tak bernyali
bahkan malam dan pagiku tak lagi menujum
kala lewati sedu nafasku yang tinggal satu persatu
memburai bersama alam yg tlah memilihku
tuk turun dilaga sabung
teriring sorai tangis akan jamak laraku
yang menanti jawab akan ketak pastian
akankah ku masih berdiri disini.....dalam peluk ibu bumi......
ataukah kukan bersemayam disana..... dalam dekap ayah nirwanaku
.......'ntahlah.........
~Enry Sulistyorini~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar